Hukum Rokok Dalam Islam
Tembakau yang merupakan bahan baku rokok telah dikenal oleh umat Islam pada akhir abad ke-10 Hijriyah, yang dibawa oleh para pedagang Spanyol. Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Sebagian kalangan berpendapat bahwa merokok hukumnya boleh.
Mereka berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat dalil yang melarangnya, berdasarkan firman Allah:
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا
“Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqarah: 29).
Ayat di atas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.
Sanggahan:
Berdalil dengan ayat ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak dan membahayakan tubuh.
Sementara rokok mengandung ribuan racun yang secara kedokteran telah terbukti merusak dan membahayakan kesehatan. Bahkan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisaa: 29).
Lebih dari itu, mengapa tidak ada dalil khusus yang melarang rokok?
Karena rokok baru ada 500 tahun yang lalu, dan tidak dikenal di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, maupun ulama penulis hadis setelahnya. Bagaimana mungkin akan dicari dalil khusus yang melarang rokok?
Sebagian kalangan yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من أكل البصل والثوم والكراث فلا يقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم
“Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap).” (HR. Muslim).
Sanggahan:
Analogi ini sangat tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap. Lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya diantaranya kanker paru-paru. Mengingat keterbatasan ulama masa silam dalam memahami dampak kesehatan ketika morokok, mereka hanya melihat bagian luar yang nampak saja. Itulah bau rokok dan bau mulut perokok. Jelas ini adalah tinjauan yang sangat terbatas.
Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya haram, pendapat ini ditegaskan oleh Qalyubi (Ulama Mazhab Syafi’i, wafat: 1069 H). Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh al-Mahalli (jilid I, Hal. 69), beliau mengatakan: “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi, oleh karena itu para ulama kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.
Ibnu Allan (ulama Madzhab Syafi’i, wafat: 1057H), as-Sanhury (Mufti Mazhab Maliki di Mesir, wafat 1015 H), al-Buhuty (Ulama Mazhab Hanbali, wafat: 1051 H), as-Surunbulaly (Ulama Madzhab Hanafi, wafat: 1069 H) juga menfatwakan haram hukumnya merokok.
Merokok juga pernah dilarang oleh penguasa khilafah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan.
Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.
Padahal Allah telah mengharamkan seseorang untuk membinasakan dirinya melalui firman-Nya:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 195).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).
Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh.
Oleh karena itu, seluruh negara menetapkan undang-undang yang mewajibkan dicantumkannya peringatan bahwa merokok dapat mebahayakan kesehatan tubuh pada setiap bungkus rokok.
Karena itu, sangat tepat fatwa yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga fatwa di dunia Islam, seperti fatwa MUI yang mengharamkan rokok, begitu juga Dewan Fatwa Arab Saudi yang mengharamkan rokok, melalui fatwa nomor: (4947), yang menyatakan, “Merokok hukumnya haram, menanam bahan bakunya (tembakau) juga haram serta memperdagangkannya juga haram, karena rokok menyebabkan bahaya yang begitu besar”.
NiaChus
Kamis, 16 Januari 2014
ETIKA MENJENGUK ORANG SAKIT (etika umum)
ETIKA MENJENGUK ORANG SAKIT
User Rating: / 4
PoorBest
MMINFO-Pr - Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.
Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengata-kan: �Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?�. Sebagai-mana pernah dilakukan oleh Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam.
Mendo`akan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Alloh, selamat dan disehatkan. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu telah meriwayat-kan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau menjenguk orang sakit, ia mengucapkan: �Tidak apa-apa. Sehat (bersih) insya Alloh�. (HR. Al-Bukhari). Dan berdo`a tiga kali sebagai-mana dilakukan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam.
Mengusap si sakit dengan tangan kanannya, dan berdo`a:
�Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit�. (Muttafaq�alaih).
Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan jangan mengatakan �tidak akan cepat sembuh�, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis.
Hendaknya mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan mendo`akan-nya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: �Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu �La ilaha illAlloh�. (HR. Muslim).
Untuk orang yang sakit:
Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih.
Berbaik sangka kepada Alloh, dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Alloh lainnya, dan bahwa sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak mem-butuhkan ketaatannya
Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan segera mem-bayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemi-liknya, dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.
Memperbanyak zikir kepada Alloh, membaca Al-Qur�an dan beristighfar (minta ampun).
Mengharap pahala dari Alloh dari musibah (penyakit) yang dideritanya, karena dengan demikian ia pasti diberi pahala. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: �Apa saja yang menimpa seorang mu�min baik berupa kesedihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh meninggikan karenanya satu derajat baginya dan mengampuni kesalahannya karenanya�. (Muttafaq�alaih).
Berserah diri dan tawakkal kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan berkeyakinan bahwa kesembuhan itu dari Alloh, dengan tidak melupakan usaha-usaha syar`i untuk kesembuhan-nya, seperti berobat dari penyakitnya.
(Sumber: Kitab “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari” By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)
User Rating: / 4
PoorBest
MMINFO-Pr - Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung, dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.
Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengata-kan: �Bagaimana kamu rasakan keadaanmu?�. Sebagai-mana pernah dilakukan oleh Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam.
Mendo`akan semoga cepat sembuh, dibelaskasihi Alloh, selamat dan disehatkan. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu telah meriwayat-kan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau menjenguk orang sakit, ia mengucapkan: �Tidak apa-apa. Sehat (bersih) insya Alloh�. (HR. Al-Bukhari). Dan berdo`a tiga kali sebagai-mana dilakukan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam.
Mengusap si sakit dengan tangan kanannya, dan berdo`a:
�Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit�. (Muttafaq�alaih).
Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan jangan mengatakan �tidak akan cepat sembuh�, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis.
Hendaknya mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba, memejamkan kedua matanya dan mendo`akan-nya. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: �Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu �La ilaha illAlloh�. (HR. Muslim).
Untuk orang yang sakit:
Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih.
Berbaik sangka kepada Alloh, dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Alloh lainnya, dan bahwa sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak mem-butuhkan ketaatannya
Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya, dan segera mem-bayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemi-liknya, dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.
Memperbanyak zikir kepada Alloh, membaca Al-Qur�an dan beristighfar (minta ampun).
Mengharap pahala dari Alloh dari musibah (penyakit) yang dideritanya, karena dengan demikian ia pasti diberi pahala. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: �Apa saja yang menimpa seorang mu�min baik berupa kesedihan, kesusahan, keletihan dan penyakit, hingga duri yang menusuknya, melainkan Alloh meninggikan karenanya satu derajat baginya dan mengampuni kesalahannya karenanya�. (Muttafaq�alaih).
Berserah diri dan tawakkal kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan berkeyakinan bahwa kesembuhan itu dari Alloh, dengan tidak melupakan usaha-usaha syar`i untuk kesembuhan-nya, seperti berobat dari penyakitnya.
(Sumber: Kitab “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari” By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA
Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-acuan berpikir, pola-acuan berpikir atau jelasnya sebagaisistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi ‘yang menyandangnya’.
Yang menyandangnya itu di antaranya:
Bidang Politik
Bidang Ekonomi
Bidang Social Budaya
Bidang Hukum
Bidang kehidupan antar umat beragama, Memahami asal mula Pancasila.
Kelimanya itu, dalam makalah ini, dijadikan pokok bahasan. Namun demikian agar sistematikanya menjadi relatif lebih tepat, pembahasannya dimulai oleh ‘paradigma yang terakhir’ yaitu paradigma dalam kehidupan kampus.
I. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan.
Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.
Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi.
Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur, parameter, arah dan tujuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka, acuan, tolok ukur, parameter, arah, dan tujuan dari sebuah kegiatan.
Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.
Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan.
Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain:
a. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga
b. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial
c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan.
Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga,pribadi, sosial, dan aspek ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas.
Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pembangunan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
1. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik
Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Kekuasaan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter.
Berdasar hal itu, sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Oleh karena itu, secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan, moral kemanusiaan, moral persatuan, moral kerakyatan, dan moral keadilan.
Perilaku politik, baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik:
• Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, budaya, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari;
• Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan;
• Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan persatuan;
• Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab;
• Tidak dapat tidak; nilai-nilai keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakat-warga (civil society) yang mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik, agama, dan golongan), masyarakat industrial, dan masyarakat purna industrial. Dengan demikian, nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah:
~ nilai toleransi;
~ nilai transparansi hukum dan kelembagaan;
~ nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata);
~ bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3).
2. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi
Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk tuhan.
Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya
menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.
Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu, sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan.
Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan, ketidakadilan, penderitaan, dan kesengsaraan warga negara.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila; sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila.
Dalam Ekonomi Kerakyatan, politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar kemakmuran/kesejahteraan rakyat—yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi, usaha kecil, dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah.
Dengan demikian, Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi, sehingga lebih adil, demokratis, transparan, dan partisipatif. Dalam
Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum.
3. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya
Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab, kejam, brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.
Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik, tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo
menjadi human. Berdasar sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa.
Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial. Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat, di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua).
Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat), sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).
Apabila dicermati, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan, sebagai kerangka-acuan-bersama, bagi kebudayaan – kebudayaan di daerah:
(1) Sila Pertama, menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
(2) Sila Kedua, merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan, kedaerahan, maupun golongannya;
(3) Sila Ketiga, mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat;
(4) Sila Keempat, merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan;
(5) Sila Kelima, betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
4. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum
Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja, tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut, sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara, serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila, di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara.
Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan ditetapkannya UUD 1945, NKRI telah memiliki sebuah konstitusi, yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi, yaitu:
(1) adanya perlindungan terhadap HAM,
(2) adanya susunan ketatanegaraan
negara yang mendasar, dan
(3) adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.Sesuai dengan UUD 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila, Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian dari hukum positif. Dalam kedudukan yang demikian, ia mengandung segi positif dan segi negatif. Segi positifnya, Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara); segi negatifnya, Pembukaan dapat diubah oleh MPR—sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945.
Hukum tertulis seperti UUD—termasuk perubahannya—, demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya, harus mengacu pada dasar negara (sila – sila Pancasila dasar negara).
Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangan hukum’, hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila:
(1) Ketuhanan Yang Maha Esa,
(2) Kemanusiaan yang adil dan beradab,
(3) Persatuan Indonesia,
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Artinya, substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat).
5. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa
Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku, etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita.
Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim.
Paradigma toleransi antar umat beragama guna terciptanya kerukunan umat beragama perspektif Piagam Madinah pada intinya adalah seperti berikut:
1. Semua umat Islam, meskipun terdiri dari banyak suku merupakan satu komunitas (ummatan wahidah).
2. Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara komunitas Islam dan komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsi:
a. Bertentangga yang baik
b. Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama
c. Membela mereka yang teraniaya
d. Saling menasehati
e. Menghormati kebebasan beragama.
Lima prinsip tersebut mengisyaratkan:
1) Persamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas suku dan agama;
2) pemupukan semangat persahabatan dan saling berkonsultasi dalam menyelesaikan masalah bersama serta saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. Dalam “Analisis dan Interpretasi Sosiologis dari Agama” (Ronald Robertson, ed.) misalnya, mengatakan bahwa hubungan agama dan politik muncul sebagai masalah, hanya pada bangsa-bangsa yang memiliki heterogenitas di bidang agama.
Hal ini didasarkan pada postulat bahwa homogenitas agama merupakan kondisi kesetabilan politik. Sebab bila kepercayaan yang berlawanan bicara mengenai nilai-nilai tertinggi (ultimate value) dan masuk ke arena politik, maka pertikaian akan mulai dan semakin jauh dari kompromi.
Dalam beberapa tahap dan kesempatan masyarakat Indonesia yang sejak semula bercirikan majemuk banyak kita temukan upaya masyarakat yang mencoba untuk membina kerunan antar masayarakat. Lahirnya lembaga-lembaga kehidupan sosial budaya seperti “Pela” di Maluku, “Mapalus” di Sulawesi Utara, “Rumah Bentang” di Kalimantan Tengah dan “Marga” di Tapanuli, Sumatera Utara, merupakan bukti-bukti kerukunan umat beragama dalam masyarakat.
Ke depan, guna memperkokoh kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia yang saat ini sedang diuji kiranya perlu membangun dialog horizontal dan dialog Vertikal. Dialog Horizontal adalah interaksi antar manusia yang dilandasi dialog untuk mencapai saling pengertian, pengakuan akan eksistensi manusia, dan pengakuan akan sifat dasar manusia yang indeterminis dan interdependen.
Identitas indeterminis adalah sikap dasar manusia yang menyebutkan bahwa posisi manusia berada pada kemanusiaannya. Artinya, posisi manusia yang bukan sebagai benda mekanik, melainkan sebagai manusia yang berkal budi, yang kreatif, yang berbudaya.
II. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma Kehidupam Kampus
Menurut saya, implementasi pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus adalah seperti contoh-contoh paradigma pancasila diatas kehidupan kampus tidak jauh berbeda dengan kehidupan tatanan Negara. Jadi kampus juga harus memerlukan tatanan pumbangunan seperti tatanan Negara yaitu politik, ekonomi, budaya, hukum dan antar umat beragama.
Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka sebagai makhluk pribadi sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia.
Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal, rasa,dan kehendak. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama.
Pembangunanyang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahsiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri.
Yang menyandangnya itu di antaranya:
Bidang Politik
Bidang Ekonomi
Bidang Social Budaya
Bidang Hukum
Bidang kehidupan antar umat beragama, Memahami asal mula Pancasila.
Kelimanya itu, dalam makalah ini, dijadikan pokok bahasan. Namun demikian agar sistematikanya menjadi relatif lebih tepat, pembahasannya dimulai oleh ‘paradigma yang terakhir’ yaitu paradigma dalam kehidupan kampus.
I. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan.
Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.
Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi.
Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur, parameter, arah dan tujuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka, acuan, tolok ukur, parameter, arah, dan tujuan dari sebuah kegiatan.
Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional.
Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan.
Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain:
a. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga
b. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial
c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan.
Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga,pribadi, sosial, dan aspek ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas.
Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pembangunan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.
1. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik
Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Kekuasaan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter.
Berdasar hal itu, sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Oleh karena itu, secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan, moral kemanusiaan, moral persatuan, moral kerakyatan, dan moral keadilan.
Perilaku politik, baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik:
• Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik, budaya, agama, dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari;
• Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan;
• Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan persatuan;
• Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab;
• Tidak dapat tidak; nilai-nilai keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.
Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini, implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakat-warga (civil society) yang mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik, agama, dan golongan), masyarakat industrial, dan masyarakat purna industrial. Dengan demikian, nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah:
~ nilai toleransi;
~ nilai transparansi hukum dan kelembagaan;
~ nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata);
~ bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3).
2. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi
Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk tuhan.
Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya
menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu.
Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu, sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan.
Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas, monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan, ketidakadilan, penderitaan, dan kesengsaraan warga negara.
Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila; sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila.
Dalam Ekonomi Kerakyatan, politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar kemakmuran/kesejahteraan rakyat—yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan, dukungan, dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi, usaha kecil, dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah.
Dengan demikian, Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi, sehingga lebih adil, demokratis, transparan, dan partisipatif. Dalam
Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum.
3. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya
Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Oleh karena itu, pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab, kejam, brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab.
Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik, tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo
menjadi human. Berdasar sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa.
Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial. Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan, yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat, di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua).
Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat), sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga).
Apabila dicermati, sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan, sebagai kerangka-acuan-bersama, bagi kebudayaan – kebudayaan di daerah:
(1) Sila Pertama, menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
(2) Sila Kedua, merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan, kedaerahan, maupun golongannya;
(3) Sila Ketiga, mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat;
(4) Sila Keempat, merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan;
(5) Sila Kelima, betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
4. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum
Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja, tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Atas dasar tersebut, sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata).
Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara, serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila, di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara.
Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan ditetapkannya UUD 1945, NKRI telah memiliki sebuah konstitusi, yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi, yaitu:
(1) adanya perlindungan terhadap HAM,
(2) adanya susunan ketatanegaraan
negara yang mendasar, dan
(3) adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.Sesuai dengan UUD 1945, yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila, Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian dari hukum positif. Dalam kedudukan yang demikian, ia mengandung segi positif dan segi negatif. Segi positifnya, Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara); segi negatifnya, Pembukaan dapat diubah oleh MPR—sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945.
Hukum tertulis seperti UUD—termasuk perubahannya—, demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya, harus mengacu pada dasar negara (sila – sila Pancasila dasar negara).
Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangan hukum’, hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila:
(1) Ketuhanan Yang Maha Esa,
(2) Kemanusiaan yang adil dan beradab,
(3) Persatuan Indonesia,
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. Artinya, substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat).
5. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa
Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun, bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional. Indonesia adalah Negara yang majemuk, bhinneka dan plural. Indonesia terdiri dari beberapa suku, etnis, bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita.
Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim, hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir, sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim.
Paradigma toleransi antar umat beragama guna terciptanya kerukunan umat beragama perspektif Piagam Madinah pada intinya adalah seperti berikut:
1. Semua umat Islam, meskipun terdiri dari banyak suku merupakan satu komunitas (ummatan wahidah).
2. Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara komunitas Islam dan komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsi:
a. Bertentangga yang baik
b. Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama
c. Membela mereka yang teraniaya
d. Saling menasehati
e. Menghormati kebebasan beragama.
Lima prinsip tersebut mengisyaratkan:
1) Persamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas suku dan agama;
2) pemupukan semangat persahabatan dan saling berkonsultasi dalam menyelesaikan masalah bersama serta saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. Dalam “Analisis dan Interpretasi Sosiologis dari Agama” (Ronald Robertson, ed.) misalnya, mengatakan bahwa hubungan agama dan politik muncul sebagai masalah, hanya pada bangsa-bangsa yang memiliki heterogenitas di bidang agama.
Hal ini didasarkan pada postulat bahwa homogenitas agama merupakan kondisi kesetabilan politik. Sebab bila kepercayaan yang berlawanan bicara mengenai nilai-nilai tertinggi (ultimate value) dan masuk ke arena politik, maka pertikaian akan mulai dan semakin jauh dari kompromi.
Dalam beberapa tahap dan kesempatan masyarakat Indonesia yang sejak semula bercirikan majemuk banyak kita temukan upaya masyarakat yang mencoba untuk membina kerunan antar masayarakat. Lahirnya lembaga-lembaga kehidupan sosial budaya seperti “Pela” di Maluku, “Mapalus” di Sulawesi Utara, “Rumah Bentang” di Kalimantan Tengah dan “Marga” di Tapanuli, Sumatera Utara, merupakan bukti-bukti kerukunan umat beragama dalam masyarakat.
Ke depan, guna memperkokoh kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia yang saat ini sedang diuji kiranya perlu membangun dialog horizontal dan dialog Vertikal. Dialog Horizontal adalah interaksi antar manusia yang dilandasi dialog untuk mencapai saling pengertian, pengakuan akan eksistensi manusia, dan pengakuan akan sifat dasar manusia yang indeterminis dan interdependen.
Identitas indeterminis adalah sikap dasar manusia yang menyebutkan bahwa posisi manusia berada pada kemanusiaannya. Artinya, posisi manusia yang bukan sebagai benda mekanik, melainkan sebagai manusia yang berkal budi, yang kreatif, yang berbudaya.
II. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma Kehidupam Kampus
Menurut saya, implementasi pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus adalah seperti contoh-contoh paradigma pancasila diatas kehidupan kampus tidak jauh berbeda dengan kehidupan tatanan Negara. Jadi kampus juga harus memerlukan tatanan pumbangunan seperti tatanan Negara yaitu politik, ekonomi, budaya, hukum dan antar umat beragama.
Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara maka sebagai makhluk pribadi sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia.
Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal, rasa,dan kehendak. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama.
Pembangunanyang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahsiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri.
CARA MEMBUAT ANIMASI PADA POWER POINT 2007
Cara Membuat Animasi Microsoft Office PowerPoint 2007
Posted by ditaa on November 30, 2012 | Subscribe
in Uncategorized
Pada postingan saya yang ini saya akan berbagi info tentang animasi Microsoft PowerPoint 2007.
Selamat membaca
MS PowerPoint memiliki banyak keunggulan untuk melakukan presentasi yang kreatif dan banyak kreasi yang bisa ditampilkan, salah satunya adalah animasi. Penggunaan efek animasi pada presentasi antara lain:
Presentasi menjadilebih menarik, interaktif, dan tidak monoton,
Membantu memperjelas isi presentasi,
Menarik perhatian audience.
MS PowerPoint tidak hanya dapat digunakan untuk presentasi oral saja, tetapi dengan banyak fasilitas yang dimilikinya PowerPoint dapat pula digunan untuk membuat presentasi tanpa perlu orasi pembicara. Animasi pada PowerPoint setidaknya ada tiga macam, yaitu: gambar animasi (animasi gif, flash, atau movie), custom animation, dan slide transition. Custom animation menyediakan fasilitas untuk memilih dan mengatur efek animasi sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan slide transition adalah animasi perpindahan antar slide. Pada PowerPoint 2003 tersedia menu Animation Scheme, tetapi menu ini tidak tersedia di PowerPoint 2007.
Sebelum menggunakan efek animasi pada slide Anda ada beberapa tip yang perlu diperhatikan, yaitu:
Jangan berlebihan. Penggunaan efek animasi yang berlebihan justru akan membingungkan audience dan mengaburkan isi presentasi.
Sesuaikan animasi dengan isi, tujuan, audience, dan tempat/lokasi presentasi.
Perhatikan waktu yang disediakan. Penambahan efek animasi akan menambah durasi setiap slide presentasi. Semakin banyak efek yang digunakan akan semakin banyak waktu yang diperlukan.
Apabila efek animasi dilakukan untuk presentasi oral, jangan banyak menambahkan efek sound. Efek sound cenderung memecah konsentrasi audiende antara suara pembicara dengan sound animasi.
Cara membuat animasi microsoft powerpoint
- Mempersiapkan Gambar
Kita bisa mencari gambar melalui Internet melalui mesin pencari google kemudian menyimpannya kedalam flasdisk / hardisk kita.
- Buka All Program – Microsoft Office - Microsoft Office PowerPoint 2007
Ketik pada kotak garis putus-putus “Click to add title” ganti dengan tulisan MEMBUAT ANIMASI pada kotak bawah “Click to add Subtitle” ganti juga dengan tulisan BY LABSDKARTINI.BLOGSPOT.COM.
- Memberi gambar pada Slide Power Point 2007 (Insert – Picture – (Pilih gambar) – Insert)
- Membuat Animasi Slide Power Point 2007 (Animasi – Custom Animation)
Pilih Animasi Slide, Klik pada kotak “MEMBUAT ANIMASI” pilih Add Effect – Ectance – More Effect – Peek in – Ok. Klik pada kotak “By : Labsdkartini.Blogspot.com” beri Effect – Peek in juga.
pada gambar “SPIDERMAN” pilih Add Effect – Ectance – Pinwheel.
Posted by ditaa on November 30, 2012 | Subscribe
in Uncategorized
Pada postingan saya yang ini saya akan berbagi info tentang animasi Microsoft PowerPoint 2007.
Selamat membaca
MS PowerPoint memiliki banyak keunggulan untuk melakukan presentasi yang kreatif dan banyak kreasi yang bisa ditampilkan, salah satunya adalah animasi. Penggunaan efek animasi pada presentasi antara lain:
Presentasi menjadilebih menarik, interaktif, dan tidak monoton,
Membantu memperjelas isi presentasi,
Menarik perhatian audience.
MS PowerPoint tidak hanya dapat digunakan untuk presentasi oral saja, tetapi dengan banyak fasilitas yang dimilikinya PowerPoint dapat pula digunan untuk membuat presentasi tanpa perlu orasi pembicara. Animasi pada PowerPoint setidaknya ada tiga macam, yaitu: gambar animasi (animasi gif, flash, atau movie), custom animation, dan slide transition. Custom animation menyediakan fasilitas untuk memilih dan mengatur efek animasi sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan slide transition adalah animasi perpindahan antar slide. Pada PowerPoint 2003 tersedia menu Animation Scheme, tetapi menu ini tidak tersedia di PowerPoint 2007.
Sebelum menggunakan efek animasi pada slide Anda ada beberapa tip yang perlu diperhatikan, yaitu:
Jangan berlebihan. Penggunaan efek animasi yang berlebihan justru akan membingungkan audience dan mengaburkan isi presentasi.
Sesuaikan animasi dengan isi, tujuan, audience, dan tempat/lokasi presentasi.
Perhatikan waktu yang disediakan. Penambahan efek animasi akan menambah durasi setiap slide presentasi. Semakin banyak efek yang digunakan akan semakin banyak waktu yang diperlukan.
Apabila efek animasi dilakukan untuk presentasi oral, jangan banyak menambahkan efek sound. Efek sound cenderung memecah konsentrasi audiende antara suara pembicara dengan sound animasi.
Cara membuat animasi microsoft powerpoint
- Mempersiapkan Gambar
Kita bisa mencari gambar melalui Internet melalui mesin pencari google kemudian menyimpannya kedalam flasdisk / hardisk kita.
- Buka All Program – Microsoft Office - Microsoft Office PowerPoint 2007
Ketik pada kotak garis putus-putus “Click to add title” ganti dengan tulisan MEMBUAT ANIMASI pada kotak bawah “Click to add Subtitle” ganti juga dengan tulisan BY LABSDKARTINI.BLOGSPOT.COM.
- Memberi gambar pada Slide Power Point 2007 (Insert – Picture – (Pilih gambar) – Insert)
- Membuat Animasi Slide Power Point 2007 (Animasi – Custom Animation)
Pilih Animasi Slide, Klik pada kotak “MEMBUAT ANIMASI” pilih Add Effect – Ectance – More Effect – Peek in – Ok. Klik pada kotak “By : Labsdkartini.Blogspot.com” beri Effect – Peek in juga.
pada gambar “SPIDERMAN” pilih Add Effect – Ectance – Pinwheel.
Kamis, 09 Januari 2014
Cara Merawat Rambut
Cara Merawat Rambut adalah mahkota bagi wanita . Tak aneh jika Anda merasa wajib untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya. Salah satu caranya adalah dengan membersihkan rambut menggunakan shampo yang sesuai dengan kondisi serta jenis rambut anda. Namun, ternyata meski terbilang mudah cara membersihkan rambut , ternyata ada saja orang yang salah dalam membersihkan rambut ini .
Cara membersihkan rambut yang benar sangat mempengaruhi keindahan rambut juga . Tekstur rambut menjadi lebih lembut, kulit kepala sehat, dan rambut tidak mudah rontok. Sebenarnya, anda tidak perlu melakukan berbagai perawatan mahal di salon untuk mendapatkan rambut indah tetapi dapat anda lakukan meskipun di rumah . Saatnya melakukan koreksi pada cara membersihkan rambut anda .
Dibawah ini terdapat cara – cara membersihkan rambut yang benar :
1. Membersihkan rambut setiap hari
Perlu atau tidaknya membersihkan rambut setiap hari sebenarnya tergantung pada tekstur rambut Anda sendiri. Tidak ada masalah untuk membersihkan rambut setiap hari karena anda selalu berkeringat. Tapi jika tidak terlalu banyak berkeringat atau kotor, sebaiknya tidak perlu untuk membersihkannya setiap hari. Paling tidak bersihkan rambut anda dua hari sekali.
2. Sisirlah rambut sebelum membersihkannya .
Seringkali ketika membersihkan rambut , anda cenderung untuk tak peduli dengan bentuk rambut yang mungkin saja kusut. Hal tersebut salah , karena kondisi rambut yang basah akan lebih rapuh daripada rambut kering maka sebaiknya uraikan dan rapihkan dulu rambut anda sebelum membersihkannya . Agar rambut tak rontok dan semakin kusut sangat membersihkannya .
3.Menggunakan air hangat
Untuk membersihkan rambut sebaiknya menggunakan air hangat . Hal tersebut berfungsi untuk membantu membersihkan kotoran dan minyak yang melekat pada helai rambut. Pastikan seluruh bagian rambut dan kulit kepala tersiram dengan baik. Dan perlu di ingat jangan pernah menggunakan air panas untuk membersihkan rambut karena dapat menimbulkan kekeringan pada kulit kepala .
4. Menggunakan shampo secukupnya
Cara membersihkan rambut yang benar tak perlu terlalu banyak menggunakan shampo . Rambut dengan tekstur normal hanya memerlukan sampo sebanyak ukuran uang logam saja di tangan. Sedangkan rambut dengan tekstur yang lebih tebal bisa menggunakan shampo sebanyak seperempat ukuran telapak tangan. Sebenarnya ukuran seperti itu sudah tergolong cukup, namun jika anda menginginkan adanya busa yang banyak, maka bilas dan ulangi lagi membersihkan rambut anda agar rambut terasa bersih.
5. Gosok lembut shampo pada kulit kepala.
Cara membersihkan rambut dengan mengosok rambut selain memberikan stimulus agar aliran darah lancar, hal tersebut juga untuk membersihkan minyak yang melekat. Ini merupakan bagian terpenting yang sering diabaikan karena lebih sering kita berkonsentrasi pada helai rambut saja. Saat membersihkan rambut , gosoklah dengan ujung jari, dan jangan dengan kuku anda yang justru akan merusak kulit kepala. Jika Anda termasuk yang memiliki kulit kepala berminyak, jangan menggosok terlalu keras karena akan merangsang produksi minyak yang berlebih. Setelah kulit kepala, lanjutkan dengan membersihkan batang rambut dan helai rambut hingga ujungnya.
6. Gunakan sampo dan kondisioner sesuai fungsinya.
Sampo dan kondisioner pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda. Namun, pilihlah sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut anda. Ketika membersihkan rambut dengan menggunakan shampo , maka usapkan ke akar rambut anda dan biarkan busanya bekerja turun ke ujung rambut yang lebih rapuh. Tetapi ketika anda menggunakan kondisioner maka lakukan sebaliknya. Fokuslah pada ujung rambut yang membutuhkan perhatian yang lebih banyak , karena biasanya lebih rapuh . Dan tidak harus bagian menyeluruh bagian rambut anda yang harus diberi kondisioner .
Demikian tata cara membersihkan rambut yang mungkin bisa di jadikan acuan bagi kita semua , semoga memberi manfaat bagi anda .
Cara membersihkan rambut yang benar sangat mempengaruhi keindahan rambut juga . Tekstur rambut menjadi lebih lembut, kulit kepala sehat, dan rambut tidak mudah rontok. Sebenarnya, anda tidak perlu melakukan berbagai perawatan mahal di salon untuk mendapatkan rambut indah tetapi dapat anda lakukan meskipun di rumah . Saatnya melakukan koreksi pada cara membersihkan rambut anda .
Dibawah ini terdapat cara – cara membersihkan rambut yang benar :
1. Membersihkan rambut setiap hari
Perlu atau tidaknya membersihkan rambut setiap hari sebenarnya tergantung pada tekstur rambut Anda sendiri. Tidak ada masalah untuk membersihkan rambut setiap hari karena anda selalu berkeringat. Tapi jika tidak terlalu banyak berkeringat atau kotor, sebaiknya tidak perlu untuk membersihkannya setiap hari. Paling tidak bersihkan rambut anda dua hari sekali.
2. Sisirlah rambut sebelum membersihkannya .
Seringkali ketika membersihkan rambut , anda cenderung untuk tak peduli dengan bentuk rambut yang mungkin saja kusut. Hal tersebut salah , karena kondisi rambut yang basah akan lebih rapuh daripada rambut kering maka sebaiknya uraikan dan rapihkan dulu rambut anda sebelum membersihkannya . Agar rambut tak rontok dan semakin kusut sangat membersihkannya .
3.Menggunakan air hangat
Untuk membersihkan rambut sebaiknya menggunakan air hangat . Hal tersebut berfungsi untuk membantu membersihkan kotoran dan minyak yang melekat pada helai rambut. Pastikan seluruh bagian rambut dan kulit kepala tersiram dengan baik. Dan perlu di ingat jangan pernah menggunakan air panas untuk membersihkan rambut karena dapat menimbulkan kekeringan pada kulit kepala .
4. Menggunakan shampo secukupnya
Cara membersihkan rambut yang benar tak perlu terlalu banyak menggunakan shampo . Rambut dengan tekstur normal hanya memerlukan sampo sebanyak ukuran uang logam saja di tangan. Sedangkan rambut dengan tekstur yang lebih tebal bisa menggunakan shampo sebanyak seperempat ukuran telapak tangan. Sebenarnya ukuran seperti itu sudah tergolong cukup, namun jika anda menginginkan adanya busa yang banyak, maka bilas dan ulangi lagi membersihkan rambut anda agar rambut terasa bersih.
5. Gosok lembut shampo pada kulit kepala.
Cara membersihkan rambut dengan mengosok rambut selain memberikan stimulus agar aliran darah lancar, hal tersebut juga untuk membersihkan minyak yang melekat. Ini merupakan bagian terpenting yang sering diabaikan karena lebih sering kita berkonsentrasi pada helai rambut saja. Saat membersihkan rambut , gosoklah dengan ujung jari, dan jangan dengan kuku anda yang justru akan merusak kulit kepala. Jika Anda termasuk yang memiliki kulit kepala berminyak, jangan menggosok terlalu keras karena akan merangsang produksi minyak yang berlebih. Setelah kulit kepala, lanjutkan dengan membersihkan batang rambut dan helai rambut hingga ujungnya.
6. Gunakan sampo dan kondisioner sesuai fungsinya.
Sampo dan kondisioner pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda. Namun, pilihlah sampo dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut anda. Ketika membersihkan rambut dengan menggunakan shampo , maka usapkan ke akar rambut anda dan biarkan busanya bekerja turun ke ujung rambut yang lebih rapuh. Tetapi ketika anda menggunakan kondisioner maka lakukan sebaliknya. Fokuslah pada ujung rambut yang membutuhkan perhatian yang lebih banyak , karena biasanya lebih rapuh . Dan tidak harus bagian menyeluruh bagian rambut anda yang harus diberi kondisioner .
Demikian tata cara membersihkan rambut yang mungkin bisa di jadikan acuan bagi kita semua , semoga memberi manfaat bagi anda .
CARA MERAWAT KUKU
CARA MERAWAT KUKU
Cara merawat kuku mungkin banyak yang belum mengetahuinya. Padahal, kuku meruapakan salah satu bagian penting untuk menyempurnakan penampilan seorang wanita. Cara merawat kuku yang baik dan benar wajib anda ketahui. Tak ada salahnya anda mencoba memberikan perawatan yang terbaik agar hasilnya juga maksimal. Kaum wanita memang sangat perlu untuk terus memperhatikan kecantikan, termasuk didalamnya adalah memperhatikan kuku. Jangan hanya fokus pada bagian-bagian tertentu saja, akan tetapi anda juga perlu memberikan porsi yang seimbang dalam memperhatikan hal-hal yang mungkin banyak dianggap sepele oleh sebagian besar orang, contohnya kuku ini.
Cara merawat kuku sebenarnya tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Banyak sekali tips dan trik mudah dan murah yang dapat anda lakukan sendiri dirumah. Justru yang terpenting adalah kesabaran anda dalam memberikan perawatan untuk kuku anda secara teratur. Tidak sedikit kaum wanita yang tidak sabaran yang lebih memilih cara-cara instan yang sebenarnya belum tentu baik dan sesuai dan tidak menutup kemungkinan justru akan dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan dan kecantikan kuku mereka.
Begitu banyak bahan-bahan alami yang sebenarnya dapat dijadikan pilihan. Selain tidak perlu menuntut budget perawatan yang mahal, memanfaatkan bahan-bahan alami juga lebih terjamin dari sisi keamanannya. Perawatan kuku pun sebenarnya dapat dilakukan baik dari luar maupun memberikan perawatan dari dalam dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai dan terbukti bermanfaat untuk kuku. Nah, bagi anda yang sangat ingin tahu bagaimana tips-tips dan cara-cara yang baik, benar dan terbukti ampuh dalam merawat kuku, silahkan anda simak beberapa caranya berikut ini.
Berikut ini adalah beberapa cara merawat kuku yang baik dan benar :
1. Bagi sebagian orang, meminum air putih adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal, fungsi air putih bagi kesehatan sangatlah vital. Mengkonsumsi air putih yang cukup sangat dianjurkan, minimal 8 gelas sehari. Bagaimana dengan anda? apakah anda sudah memenuhi kebutuhan minimal air putih dalam sehari? Jika kita berbicara masalah kuku, air putih pun mempunyai andil yang cukup signifikan untuk memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan kuku kita. Fungsi air putih untuk kuku adalah menguatkan kuku sekaligus memperindah kuku dari dalam. Jika anda kurang mengkonsumsi air putih, hmm kuku anda akan terlihat kering. Anda tentu tidak pernah menginginkan kuku anda terlihat kering bukan? untuk itulah, mulai sekarang, rajinlah mengkonsumsi air putih. Selamat mencoba.
2. Kuku yang kuat dan tidak mudah patah tentu menjadi dambaan para wanita. Namun, ternyata masih begitu banyak wanita yang mengeluhkan kukunya sangat rapuh dan mudah patah. Nah, salah satu cara yang dapat anda pergunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan bawang putih. Ternyata, selain sudah dikenal luas sebagai bahan untuk memasak, bawang putih juga sangat bermanfaat untuk kuku yang rapuh lho. Bawang putih mengandung zat yang sangat berguna untuk menguatkan kuku. Bagaimana sih cara memanfaatkan bawang putih untuk mengatasi kuku yang rapuh? hmm caranya sangat mudah kok. Siapkan bawang putih. Kemudian anda parut sampai halus.Setelah itu tinggal mengoleskannya pada kuku anda dengan merata. Setelah itu, tunggu hingga beberapa menit dan bersihkan kuku anda sampai benar-benar bersih. Jika anda menginginkan cara yang lebih simpel, anda juga bisa mengoleskan / menggosokkan bawang putih secara langsung pada permukaan kuku anda secara merata. Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah setiap hari secara rutin dan lihatlah hasilnya, kuku anda pun akan semakin kuat dan tidak mudah patah. Selamat mencoba.
3. Banyak sekali bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat kita manfaatkan untuk merawat kecantikan kuku kita. Mungkin anda seringkali dibuat jengkel karena adanya kotoran-kotoran yang menempel di sela-sela kuku. Nah, anda tentu tahu belimbing wuluh. Iya, ternyata belimbing wuluh juga sangat bermanfaat untuk kuku kita lho. Apakah manfaatnya? manfaat belimbing wuluh untuk kuku adalah berguna untuk membersihkan kotoran yang ada di sela-sela kuku dan kulit luarnya. Bukan hanya itu saja lho, belimbing wuluh juga dapat menguatkan kuku. Tentu anda akan bertanya, bagaimana cara menggunakannya untuk perawatan kuku? caranya sangatlah muda, pertama anda siapkan belimbing wuluh secukupnya. Kemudian potonglah belimbing wuluh tersebut. setelah itu anda cukup menggosokkan potongan belimbing wuluh tersebut pada kuku yang ingin anda bersihkan. Nah, jika dirasa sudah cukup, bilaslah dengan air sampai benar-benar bersih. Lihatlah hasilnya, kotoran-kotoran yang sebelumnya menempel sudah lenyap dan kuku pun terlihat bersih dan cantik. Selamat mencoba.
4. Mungkin diantara anda ada yang seringkali mengeluh karena kulit diluar kuku yang mengelupas dan terlihat pecah-pecah. Hmm, sebenarnya ada cara untuk mencegah hal ini terjadi. Bagaimana cara mencegahnya? Getah pepaya. Iya, ternyata getah pepaya dapat bermanfaat untuk membersihkan kulit diluar kuku agar tidak mudah mengelupas dan pecah-pecah. Silahkan anda coba memanfaatkan getah pepaya ini.
5. Tentu anda sudah sangat mengenal tumbuhan yang satu ini. Lidah buaya. Iya, manfaat lidah buaya memang sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu tumbuhan yang multiguna, terutama untuk kesehatan rambut. Namun, tahukah anda bahwa ternyata lidah buaya juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kuku. Apa manfaat lidah buaya untuk kuku? lidah buaya akan membuat kuku menjadi lebih bening dan lebih cantik. Bagaimana cara menggunakannya? sangat mudah kok, pertama siapkan lidah buaya secukupnya. Kemudian bersihkan lidah buaya tersebut dan oleskan secara merata pada kuku anda. Nah, untuk hasil yang maksimal, lakukanlah perawatan ini secara rutin. Silahkan mencoba.
6. Begitu banyak kaum wanita yang mengeluhkan kukunya yang terlihat menguning. Dan tidak sedikit pula dari mereka yang kebingungan bagaimana cara mengembalikan dan warna kuku yang kuning tersebut menjadi warna semula. Nah, mulai sekarang anda tidak perlu kebingungan lagi. Anda dapat memanfaatkan lemon ( jeruk nipis ) untuk mengatasi kuku yang kuning ini. Bagaimana caranya? caranya tidak sulit kok. Pertama anda siapkan satu sendok perasan lemon. Setelah itu campur dengan pasta gigi ( lebih disarankan untuk menggunakan jenis pasta gigi yang berguna untuk memutihkan gigi ). Jika sudah tercampur merata, anda tinggal mengoleskannya ke kuku anda. Kemudian tunggulah hingga kering. Nah, setelah kering basuhlah menggunakan air hangat. Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah perawatan ini secara teratur. Dalam satu minggu minimal lakukanlah satu kali. Nah, lihatlah warna kuku anda pun akan kembali normal seperti semula. Selamat mencoba.
7. Untuk memperkuat kuku, selain perawatan dari luar anda pun juga disarankan untuk memberikan perawatan dari dalam. Bagaimana caranya? caranya yaitu dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung kalsium dan meminum susu secara teratur dan dalam jumlah yang cukup. Jenis-jenis makanan yang terbuat dari susu dan keju, brokoli, ikan pari dan sarden, kangkung, kacang-kacangan dan biji-bijian, bayam dan sebagainya dapat anda jadikan pilihan. Selain itu, ada lagi buah-buahan yang dapat anda gunakan untuk perawatan ini. Pilihan buah-buahan yang dapat anda pilih diantaranya seperti nanas, pepaya, anggur, manggis, apel merah, alpukat, stroberi, mangga dan lain sebagainya.
8. Pemotongan kuku secara rutin sangat penting untuk anda lakukan. Banyak sekali wanita yang memanjangkan kukunya, padahal hal ini memiliki dampak yang kurang bagus untuk kesehatan kuku. Kuku yang panjang akan memudahkan berbagai kuman untuk masuk melalui kuku dan dapat berkibat rusaknya kuku. Untuk itulah, anda perlu memperhatikan pemotongan kuku ini. Selamat mencoba.
9. Krim pelembab kuku dapat anda jadikan pilihan untuk melakukan perawatan kuku yang kering. Namun perlu anda ingat dan perhatikan dalam pemilihan produk krim pelembab kukunya, Pilihlah krim pelembab kuku yang tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak kuku anda. Jadi, telitilah sebelum memilih. Selamat mencoba.
10. Tentu anda juga tahu bahwa begitu banyak wanita yang demi mewujudkan penampilan kuku yang sempurna dan lebih menarik, mereka memakai pewarna kuku secara berlebihan dan terlalu sering. Hmm, terlihat cantik dan sempurna memang, akan tetapi anda perlu mengingat adanya efek buruk dari pemakaian cat kuku ini. Apabila pemakaian cat kuku yang terlalu sering ini terus dilakukan, maka akan mengakibatkan kuku menjadi rapuh dan terlihat menguning. Nah, alangkah baiknya anda memberikan jeda waktu istirahat yang seimbang kepada kuku anda untuk terbebas dari cat kuku / pewarna kuku ini. Silahkan dipertimbangkan ya.
11. Bagi seorang wanita, kuku yang lembab dan lembut merupakan dambaan tersendiri. Namun, tidak sedikit pula kaum wanita yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjadikan kuku mereka seperti itu. Nah, bagi anda yang memiliki kuku yang kering dan kekurangan nutrisi, anda juga dapat mencoba cara ini, yaitu dengan menggunakan dan memanfaatkan campuran telur, madu dan minyak zaitun. Nah, tentu diantara anda ada yang bertanya, bagaimana cara mempraktekkan tips ini? Caranya sangatlah mudah dan anda pun pasti bisa melakukannya. Pertama siapkan madu, telur dan minyak zaitunnya. Jika ketiga bahan tersebut sudah siap, kemudian campurkanlah 2 sendok madu dan minyak zaitun didalam sebuah panci. Setelah itu, panaskan dan sambil diaduk sampai benar-benar merata. Selanjutnya, siapkanlah kocokan telur. Selanjutnya campurkanlah adonan madu dan minyak zaitun tadi dengan kocokan telur tersebut. Jika sudah tercampur, maka anda tinggal mengoleskannya pada kuku anda secara merata. Tunggulah kurang lebih 10 s/d 15 menit. Langkah terakhir adalah membersihkan kuku anda sampai benar-benar bersih. Selamat mencoba.
Nah, itulah beberapa cara merawat kuku yang baik dan benar yang dapat anda coba terapkan. Lakukanlah dengan sabar dan rutin untuk mewujudkan kuku idaman yang sehat, cantik dan menarik sesuai keinginan anda. Mungkin anda juga tertarik untuk membaca yang ini, cara membuat pempek palembang termudah. Semoga bermanfaat dan semoga tetap sehat dan cantik untuk anda semua.
(segitigamedia)
Cara merawat kuku mungkin banyak yang belum mengetahuinya. Padahal, kuku meruapakan salah satu bagian penting untuk menyempurnakan penampilan seorang wanita. Cara merawat kuku yang baik dan benar wajib anda ketahui. Tak ada salahnya anda mencoba memberikan perawatan yang terbaik agar hasilnya juga maksimal. Kaum wanita memang sangat perlu untuk terus memperhatikan kecantikan, termasuk didalamnya adalah memperhatikan kuku. Jangan hanya fokus pada bagian-bagian tertentu saja, akan tetapi anda juga perlu memberikan porsi yang seimbang dalam memperhatikan hal-hal yang mungkin banyak dianggap sepele oleh sebagian besar orang, contohnya kuku ini.
Cara merawat kuku sebenarnya tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Banyak sekali tips dan trik mudah dan murah yang dapat anda lakukan sendiri dirumah. Justru yang terpenting adalah kesabaran anda dalam memberikan perawatan untuk kuku anda secara teratur. Tidak sedikit kaum wanita yang tidak sabaran yang lebih memilih cara-cara instan yang sebenarnya belum tentu baik dan sesuai dan tidak menutup kemungkinan justru akan dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan dan kecantikan kuku mereka.
Begitu banyak bahan-bahan alami yang sebenarnya dapat dijadikan pilihan. Selain tidak perlu menuntut budget perawatan yang mahal, memanfaatkan bahan-bahan alami juga lebih terjamin dari sisi keamanannya. Perawatan kuku pun sebenarnya dapat dilakukan baik dari luar maupun memberikan perawatan dari dalam dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai dan terbukti bermanfaat untuk kuku. Nah, bagi anda yang sangat ingin tahu bagaimana tips-tips dan cara-cara yang baik, benar dan terbukti ampuh dalam merawat kuku, silahkan anda simak beberapa caranya berikut ini.
Berikut ini adalah beberapa cara merawat kuku yang baik dan benar :
1. Bagi sebagian orang, meminum air putih adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal, fungsi air putih bagi kesehatan sangatlah vital. Mengkonsumsi air putih yang cukup sangat dianjurkan, minimal 8 gelas sehari. Bagaimana dengan anda? apakah anda sudah memenuhi kebutuhan minimal air putih dalam sehari? Jika kita berbicara masalah kuku, air putih pun mempunyai andil yang cukup signifikan untuk memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan kuku kita. Fungsi air putih untuk kuku adalah menguatkan kuku sekaligus memperindah kuku dari dalam. Jika anda kurang mengkonsumsi air putih, hmm kuku anda akan terlihat kering. Anda tentu tidak pernah menginginkan kuku anda terlihat kering bukan? untuk itulah, mulai sekarang, rajinlah mengkonsumsi air putih. Selamat mencoba.
2. Kuku yang kuat dan tidak mudah patah tentu menjadi dambaan para wanita. Namun, ternyata masih begitu banyak wanita yang mengeluhkan kukunya sangat rapuh dan mudah patah. Nah, salah satu cara yang dapat anda pergunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan memanfaatkan bawang putih. Ternyata, selain sudah dikenal luas sebagai bahan untuk memasak, bawang putih juga sangat bermanfaat untuk kuku yang rapuh lho. Bawang putih mengandung zat yang sangat berguna untuk menguatkan kuku. Bagaimana sih cara memanfaatkan bawang putih untuk mengatasi kuku yang rapuh? hmm caranya sangat mudah kok. Siapkan bawang putih. Kemudian anda parut sampai halus.Setelah itu tinggal mengoleskannya pada kuku anda dengan merata. Setelah itu, tunggu hingga beberapa menit dan bersihkan kuku anda sampai benar-benar bersih. Jika anda menginginkan cara yang lebih simpel, anda juga bisa mengoleskan / menggosokkan bawang putih secara langsung pada permukaan kuku anda secara merata. Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah setiap hari secara rutin dan lihatlah hasilnya, kuku anda pun akan semakin kuat dan tidak mudah patah. Selamat mencoba.
3. Banyak sekali bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita yang dapat kita manfaatkan untuk merawat kecantikan kuku kita. Mungkin anda seringkali dibuat jengkel karena adanya kotoran-kotoran yang menempel di sela-sela kuku. Nah, anda tentu tahu belimbing wuluh. Iya, ternyata belimbing wuluh juga sangat bermanfaat untuk kuku kita lho. Apakah manfaatnya? manfaat belimbing wuluh untuk kuku adalah berguna untuk membersihkan kotoran yang ada di sela-sela kuku dan kulit luarnya. Bukan hanya itu saja lho, belimbing wuluh juga dapat menguatkan kuku. Tentu anda akan bertanya, bagaimana cara menggunakannya untuk perawatan kuku? caranya sangatlah muda, pertama anda siapkan belimbing wuluh secukupnya. Kemudian potonglah belimbing wuluh tersebut. setelah itu anda cukup menggosokkan potongan belimbing wuluh tersebut pada kuku yang ingin anda bersihkan. Nah, jika dirasa sudah cukup, bilaslah dengan air sampai benar-benar bersih. Lihatlah hasilnya, kotoran-kotoran yang sebelumnya menempel sudah lenyap dan kuku pun terlihat bersih dan cantik. Selamat mencoba.
4. Mungkin diantara anda ada yang seringkali mengeluh karena kulit diluar kuku yang mengelupas dan terlihat pecah-pecah. Hmm, sebenarnya ada cara untuk mencegah hal ini terjadi. Bagaimana cara mencegahnya? Getah pepaya. Iya, ternyata getah pepaya dapat bermanfaat untuk membersihkan kulit diluar kuku agar tidak mudah mengelupas dan pecah-pecah. Silahkan anda coba memanfaatkan getah pepaya ini.
5. Tentu anda sudah sangat mengenal tumbuhan yang satu ini. Lidah buaya. Iya, manfaat lidah buaya memang sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat sebagai salah satu tumbuhan yang multiguna, terutama untuk kesehatan rambut. Namun, tahukah anda bahwa ternyata lidah buaya juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kuku. Apa manfaat lidah buaya untuk kuku? lidah buaya akan membuat kuku menjadi lebih bening dan lebih cantik. Bagaimana cara menggunakannya? sangat mudah kok, pertama siapkan lidah buaya secukupnya. Kemudian bersihkan lidah buaya tersebut dan oleskan secara merata pada kuku anda. Nah, untuk hasil yang maksimal, lakukanlah perawatan ini secara rutin. Silahkan mencoba.
6. Begitu banyak kaum wanita yang mengeluhkan kukunya yang terlihat menguning. Dan tidak sedikit pula dari mereka yang kebingungan bagaimana cara mengembalikan dan warna kuku yang kuning tersebut menjadi warna semula. Nah, mulai sekarang anda tidak perlu kebingungan lagi. Anda dapat memanfaatkan lemon ( jeruk nipis ) untuk mengatasi kuku yang kuning ini. Bagaimana caranya? caranya tidak sulit kok. Pertama anda siapkan satu sendok perasan lemon. Setelah itu campur dengan pasta gigi ( lebih disarankan untuk menggunakan jenis pasta gigi yang berguna untuk memutihkan gigi ). Jika sudah tercampur merata, anda tinggal mengoleskannya ke kuku anda. Kemudian tunggulah hingga kering. Nah, setelah kering basuhlah menggunakan air hangat. Untuk hasil yang maksimal, lakukanlah perawatan ini secara teratur. Dalam satu minggu minimal lakukanlah satu kali. Nah, lihatlah warna kuku anda pun akan kembali normal seperti semula. Selamat mencoba.
7. Untuk memperkuat kuku, selain perawatan dari luar anda pun juga disarankan untuk memberikan perawatan dari dalam. Bagaimana caranya? caranya yaitu dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung kalsium dan meminum susu secara teratur dan dalam jumlah yang cukup. Jenis-jenis makanan yang terbuat dari susu dan keju, brokoli, ikan pari dan sarden, kangkung, kacang-kacangan dan biji-bijian, bayam dan sebagainya dapat anda jadikan pilihan. Selain itu, ada lagi buah-buahan yang dapat anda gunakan untuk perawatan ini. Pilihan buah-buahan yang dapat anda pilih diantaranya seperti nanas, pepaya, anggur, manggis, apel merah, alpukat, stroberi, mangga dan lain sebagainya.
8. Pemotongan kuku secara rutin sangat penting untuk anda lakukan. Banyak sekali wanita yang memanjangkan kukunya, padahal hal ini memiliki dampak yang kurang bagus untuk kesehatan kuku. Kuku yang panjang akan memudahkan berbagai kuman untuk masuk melalui kuku dan dapat berkibat rusaknya kuku. Untuk itulah, anda perlu memperhatikan pemotongan kuku ini. Selamat mencoba.
9. Krim pelembab kuku dapat anda jadikan pilihan untuk melakukan perawatan kuku yang kering. Namun perlu anda ingat dan perhatikan dalam pemilihan produk krim pelembab kukunya, Pilihlah krim pelembab kuku yang tidak mengandung bahan kimia yang dapat merusak kuku anda. Jadi, telitilah sebelum memilih. Selamat mencoba.
10. Tentu anda juga tahu bahwa begitu banyak wanita yang demi mewujudkan penampilan kuku yang sempurna dan lebih menarik, mereka memakai pewarna kuku secara berlebihan dan terlalu sering. Hmm, terlihat cantik dan sempurna memang, akan tetapi anda perlu mengingat adanya efek buruk dari pemakaian cat kuku ini. Apabila pemakaian cat kuku yang terlalu sering ini terus dilakukan, maka akan mengakibatkan kuku menjadi rapuh dan terlihat menguning. Nah, alangkah baiknya anda memberikan jeda waktu istirahat yang seimbang kepada kuku anda untuk terbebas dari cat kuku / pewarna kuku ini. Silahkan dipertimbangkan ya.
11. Bagi seorang wanita, kuku yang lembab dan lembut merupakan dambaan tersendiri. Namun, tidak sedikit pula kaum wanita yang belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menjadikan kuku mereka seperti itu. Nah, bagi anda yang memiliki kuku yang kering dan kekurangan nutrisi, anda juga dapat mencoba cara ini, yaitu dengan menggunakan dan memanfaatkan campuran telur, madu dan minyak zaitun. Nah, tentu diantara anda ada yang bertanya, bagaimana cara mempraktekkan tips ini? Caranya sangatlah mudah dan anda pun pasti bisa melakukannya. Pertama siapkan madu, telur dan minyak zaitunnya. Jika ketiga bahan tersebut sudah siap, kemudian campurkanlah 2 sendok madu dan minyak zaitun didalam sebuah panci. Setelah itu, panaskan dan sambil diaduk sampai benar-benar merata. Selanjutnya, siapkanlah kocokan telur. Selanjutnya campurkanlah adonan madu dan minyak zaitun tadi dengan kocokan telur tersebut. Jika sudah tercampur, maka anda tinggal mengoleskannya pada kuku anda secara merata. Tunggulah kurang lebih 10 s/d 15 menit. Langkah terakhir adalah membersihkan kuku anda sampai benar-benar bersih. Selamat mencoba.
Nah, itulah beberapa cara merawat kuku yang baik dan benar yang dapat anda coba terapkan. Lakukanlah dengan sabar dan rutin untuk mewujudkan kuku idaman yang sehat, cantik dan menarik sesuai keinginan anda. Mungkin anda juga tertarik untuk membaca yang ini, cara membuat pempek palembang termudah. Semoga bermanfaat dan semoga tetap sehat dan cantik untuk anda semua.
(segitigamedia)
LANGKAH-LANGKAH MEMASANG LINEN
A. Latar Belakang
Kamar pasien, tanpa melihat tempat tidurnya adalah rumah bagi pasien selama ia berada di rumah sakit. Tempat tidur yang rapi memberikan keamanan dan kenyamanan yang sangat berperan penting bagi kesejahteraan pasien. Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan klien.
Dikatakan tempat tidur terbuka apabila tempat tidurdalam keadaan terbuka atau tidak ditutup dengan seprai besar setelah dipasang seprai, perlak, selimut, dan sarung bantal yang tidak ditutup secara keseluruhan oleh seprai besar (dalam kondisi terbuka). Tempat tidur tertutup adalah tempat tidur yang setelah dipasang seperangkat alat, seperti seprai, perlak dan selimut kemudian ditutup secara keseluruhan dengan seprai besar sehingga semuanya dalam kondisi tertutup. Tempat tidur pasca operasi adalah tempat tidur yang dikhususkan bagi pasien pasca operasi.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari menyiapkan tempat tidur adalah agar pasien merasa aman dan nyaman selama ia menjalani proses penyembuhan di RS dan juga untuk mempermudah perawat dalam melakukan tindakan keperawatan karena sebagian kebutuhan pasien telah terpenuhi. Dan tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa keperawatan dapat mengetahui bagaimana cara memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dengan cara menyiapkan tempat tidur sesuai prosedur.
BAB II
PEMBAHASAN
Tempat Tidur
Definisi Tempat Tidur
Jenis Tempat tidur dan metode yang digunakan untuk mengoperasikannya dapat berbeda diberbagai fasilitas kesehatan tetapi prinsip dasar merapikan tempat tidur adalah sama. Baik untuk yang tinggal ditempat tidur, maupun yang akan merawatnya, kwalitas tempat tidur menjadi sangat penting. Suatu tempat tidur secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Individu harus dengan mudah masuk dan keluar. Baik dengan bantuan maupun sendiri.
Keamanan harus terjamin, meskipun dengan beberapa alat bantu.
Pasien atau penghuni harus dengan mudah dapat dirawat (terutama tinggi tempat kerja penting disini).
Diatas tempat tidur harus dapat dietkkan beberapa alat bantu.
Tempat tidur, kasur dan bantal harus dapat dibersihkan dengan baik.
Sebuah tempat tidur disamping memenuhi syarat-syarat diatas sebaiknya juga harus dapat disetel dalam berbagai posisi dan berada diatas roda-roda. Kain yag dipakai untuk tempat tidur adalah kebanyakan katun atau kain imitasi katun.
Jenis- Jenis Tempat Tidur
Tempat tidur yang umum adalah sebagai berikut:
1). Tempat tidur gatch
Tempat tidur yang tidak bisa digerakkan dengan tinggi 26 inci. Fasilitas modern dilengkapi dengan tempat tidur yang bisa dinaikkan sampai tinggi yang sesuai untuk memberikan askep dan dapat diturunkan sampai 13 inci.
Untuk mengakomodasi Pasien yang bisa turun dari tempat tidur posisi daerah kepala dan lutut pada tempat tidur dapat diatur untuk kenyamanan. Hal ini dapat dilakukan dengan memutar engkol tempat tidur.
2). Tempat tidur elektrik
Hampir sama dengan tempat tidur gatah, dalam hal bisa dinaikkan dan diturunkan serta bagian kepala dan lutunya bisa disesuaikan. Tempat tidur ini dioperasikan secara elektrik, dan sering digunakan dari fasilitas-fasilitas yang besar.
3). Tempat tidur circ o lectric
Kerangka tempat tidur khusus yang diletakkan didalam kerangka sirkuler. Kerangka sirkuler ini dapat diputar. Pasien diletakkan dengan aman terlebih dahulu dikerangka dalam sebelum digerakkan. Keseluruha kerangka dalam berputar kedepan. Hal ini memberikan perubahan posisi tanpa menimbulkan tekanan pada pasien. Tempat tidur ini dioperasikan secara elektrik. Setelah diputar, Pasien bersandar diabdomennya.
Catatan: Dari sebagian besar fasilitas, perawat berlisensi harus hadir selama pemutaran.
4). Tempat Tidur Stryker/Tempat Tidur Spinal
Kerangka berputar yang bertujuan sama dengan tempat tidur circ o lectric tetapi di operasikan secara manual. Setelah pasien aman di kerangka atas, sebuah engkol di gunakan untuk memutar keseluruhan kerangka dan pasiennya. Pasien berbaring di atas kerangka tersebut sampai di putar sekali lagi.
Catatan: di sebagian besar fasilitas seorang perawat berlisensi harus hadir selama pemutaran.
Pasien dengan luka bakar yang parah/cedera spinalis adalah contoh pasien yang sering di temukan di tempat tidur circ o lectric atau tempat tidur stryker.
Prosedur ini menakutkan bagi pasien. Yakinkan pasien bahwa ia aman dan bahwa proses pemutaran akan dilKUKn tanpa terjadi kecelakaan.
Jenis lain dari tempat tidur tersedia untuk perawatan pasien dengan dekubitus lanjut atau dekubitus yang banyak, flap, graft, luka bakar atau nyerii habit. Tempat tidur clinitron, adalah unit khusus yang menopang rata tubuh pasien. Tempat tidur ini berisi bahan-bahan seperti pasir. sirkulasi udara hangat dan kering berada dalam bahan ini untuk mempertahankan suhu rata-rata dan menopang tubuh dengan rata.
Tempat tidur dari berbagai pabrik mempunyai perbedaan operasional yang sangat sedikit. Jangan pernah mencoba mengoperasikan tempat tidur dengan pasien di atasnya tanpa berlatih terlebih dahulu dan memperoleh keamanan dan keterempilan operasionalnya.
Mengoperasikan tempat tidur atau perlatan dengan benar merupakan hal yng penting untuk keselamatan pasien. Minta selalu bantuan dan instrukai dari perawat atau tenaga perawat professional lain pada saat menggunakan tempat tidur khusus tersebut.
Menyiapkan Tempat Tidur
Jenis Persiapan Tempat Tidur
a). Unoccupied Bed (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya):
Closed Bed (tempat tidur tertutup)
Open Bed (tempat tidur terbuka)
Aether Bed (tempat tidur pascaoperasi)
b). Occupied Bed (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya)
Prinsip Perawatan Tempat Tidur
a). Tempat tidur klien harus selalu bersih dan rapih.
b). linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu, jika kotor.
c). Pengguaan linan bersih harus sesuai kebutuhan dan tidak boros.
Hal-Hal Yang Harus diPerhatikan dalam Perwatan Tempat Tidur
a). Hindari kontaminasi pada linen bersih.
b). Ketika akan mengganti linen pada tmpat tidur klien, bawa linen sesuai kebutuhan.jangan membawa linen berlebihan untuk menghindari terjadinya kontaminasi kuman atau mikroorganisme dan infeksi nosokimial dari satu klien ke klien lain.
c). Pada saat memasang linen bersih, bentngkan linen di atas tempat tidur, jangan di kibaskan.
d). jangan menempatkan linen kotor pada tempat tidur klien, meja atau peralatan klien lainnya.
e). saat memasang linen atau alat tenun pada tempat tidur klien, gunakan cara yang efektif dan kerjakan pada satu sisi dulu setelah selesai baru pindah ke sisi lain.
f). Tempatkan linen atau alat tenun yang kotor pada tempat yang bertutup (ember yang ada tutupnya). Bawa dengan hati-hati jangan menyentuh pakaian perawat dan cuci tangan setelahnya.
g). Perawat harus tetap memperhatikan keadaan umum klien selama melaksanakan tindakan.
UNOCCUPIED BED
Ø Tempat Tidur Tertutup (Closed Bed)
Pengertian
Merupakan tempat tidur yang sudah disiapkan dan masih tertutup dengan sprei penutup (over laken) diatasnya.
Tujuan
F Agar siap pakai sewaktu-waktu
F Agar tampak selalu rapih.
F Memberikan perasaan senang dan nyaman pada klien.
Persiapan alat
F Tempat tidur, kasur dan bantal.
F Alat tenun disusun menurut pemakainnya.
F Alas kasur
F Laken/sprei besar
F Perlak
F Stik Laken/Sprei melintang
F Boven Laken
F Selimut dilipat terbalik(bagian dalam selimut dilipatan luar)
F Sarung bantal
F Over laken/sprei penutup
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Letakkan alat tenun yang telah disusun sesuai pemakaian didekat tempat tidur.
3. Pasang alas kasur dan kasur.
4. Pasang sprei besar/ laken dengan ketentuan berikut:
Garis tengah lipatan diletakkan tepat ditengah kasur.
Bentangkan sprei, masukkan sprei bagian kepala ke bawah kasur ±30cm; demikian juga pada bagian kaki, tarik setegang mungkin.
Pada ujung setiap sisi kasur bentuk sisi 90°, lalu masukkan seluruh tepi sprei kebawah kasur dengan rapi dan tegang.
5. Letakkan perlak melintang pada kasur ±50cm dari bagian kepala.
6. Letakkan stik laken diatas sprei melintang kemudian masukkan sisi-sisinya kebawah kasur bersama dengan perlak.
7. Pasang boven pada kasur daerah bagia kaki, pada bagian atas yang terbalik masukkan kebawah kasur ±10cm kemudian ujung sisi bagian bawah (kaki) dibentuk 90° dan masukkan kebawah kasur. Tarik sisi atas sampai terbentang.
8. Pasang selimut pada kasur bagian kaki, pada bagian atas yang terbalik dimasukkan kebawah kasur ±10cm kemudian ujung sisi-sisinya dibentuk 90° dan masukkan kebawah kasur. Tarik sisi atas sampai terbentang.
9. Lipat ujung atas boven sampai tampak garis atau pitanya.
10. Masukkan bantal kedalam sarungnya dan letakkan diatas tempat tidur dengan Bagian yang terbuka dibagian bawah.
11. Pasang sprei penutup (over laken).
12. Cuci tangan.
Perhatian: Jika tindakan dikerjakan oleh dua perawat, masing-masing perawat berdiri dikanan dan kiri tempat tidur dan tindakan dikerjakan bersamaan.
Ø Tempat Tidur Terbuka (Open Bed)
Pengertian
Merupakn tempat tidur yang sudah disiapkan tanpa sprei penutup(Over Laken).
Tujuan
Dapat segera digunakan.
Dilakukan
F Jika ada klien baru.
F Pada tempat tidur klien yang dapat/ boleh turun dari tempat tidur.
Persiapan Alat
F Tempat tidur, kasur, dan bantal
F Alat tenun disusun menurut pemakaiannya.
F Alas kasur
F Laken/ sprei besar
F Perlak
F Stik Laken/ sprei melntang
F Boven Laken
F Selimut dilipat terbalik (bagian dalam selimut dilipatan luar)
F Sarung bantal
Prosedur Pelaksanaan
Seperti menyiapkan tempat tidur tertutup, tetapi tidak dipasang over laken. Jika telah tersedia tempat tidur tertutup, angkat over laken kemudian lipat.
Perhatian:
-Alat tenun yang sobek tidak boleh dipakai.
-Memsang alat tenun harus tegang dan rata agar rapih dan nyaman dipakai.
Ø Tempat Tidur Klien Pascaoperasi (Aether Bed)
Pengertian
Merupakan tempat tidur yang disiapkan untuk klien pascaoperasi yang mendapat narkose (obat bius)
Tujuan
F Menghangatkan klien
F Mencegah penyulit/ komplikasi pascaoperasi.
Persiapan Alat
F Tambahkan satu selimut tebal pada alat tenun untuk tempat tidur terbuka.
Dua buah buli-buli panas/ WWZ (Warm Water Zack), dengan suhu air 40°C-43°C.
F Perlak dan handuk dalam satu gulungan dengan handuk dibagian dalam.
F Termometer air (jika ada).
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Pada tempat tidur terbuka, angkat bantal dan bentangkan gulungan perlak dan handuk pada bagian kepala.
3. Pasang selimut tambahan hingga menutup seluruh permukaan tempat tidur.
4. Letakkan buli-buli panas diantara sprei dan selimut pada bagian kaki, arahkan mulut buli-buli ke pinggir tempat tidur.
5. angkat buli-buli panas sebelum klien di baringkan, setelah kembali dari kamar bedah.
6. Lipat pinggir selimut tambahan bersama-sama selimut dari atas tempat tidur pada salah satu sisi tempat masuknya klien, sampai batas pinggir kasur, lalu lipat sampai sisi yang lain.
7. Cuci tangan.
Perhatian:
-alat tenun harus selalu bersih
-buli-buli panas jangan sampai bocor (periksa dulu sebelum dipakai)dan tutupnya jangan sampai lepas/kurang kencang
-bul-buli panas dapat dipakai kembali jika diperlukan, dang anti airnya jika sudah dingin.
OCCUPIED BED
Ø Mengganti Alat Tenun dengan Klien Diatasnya
Pengertian
Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien tanpa memindahkan klien.
Tujuan
F Memberikan perasaan senang pada klien
F Mencegah terjadinya dekubitus
F Memelihra kabersihan dan kerapian
Dilakukan Pada
Tempat tidur klien yang tirah baring total (sakit keras atau tidak sadar / koma ).
Prosedur
Sama dengan cara mengganti dan memasang alat tenun pada tempat tidur, tetapi dilakukan sebagian-sebagian dari tempat tidur tersebut.
Persiapan Alat
F Alat tenun bersih disusun menurut pemakaiannya
F Kursi atau bangku
F Tempat kain kotor yang bertutup
F Dua ember kecil berisi larutan desinfektan (lisol 1%) dan air bersih
Persiapan Klien
Klien diberitahu jika memungkinkan (klien sadar).
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Bawa alat yang telah disiapkan ke dekat klien.
3. Bersihkan rangka tempat tidur
4. Letakan bantal dan selimut klien yang tidak perlu dikursi (jika keadaan klien memungkinkan/tidak mengganggu klien
5. Miringkan klien ke satu sisi (jika perlu, ganjal dengan bantal/guling supaya tidak jatuh).
6. Lepaskan alat tenun pada bagian yang kosong, dari bawah kasur lalu gulung satu per satu sampai dengan di bawah punggung klien.
Gulung stik laken ke tengah tempat tidur sejauh mungkin
Bersihkan perlak dengan larutan desinfektan dan keringkan lalu gulung ke tempat tidur sejauh mungkin
Gulung laken/sprei besar ke tengah tempat tidur sejauh mungkin
7. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur dengan lap lembab larutan desinfektan, lalu lap dengan lap kering.
8. Bentangkan sprei besar bersih dan gulung setengah bagian, letakkan gulungannya di bawah punggung klien, ratakan setengah bagian lagi kemudian pasangkan di bawah kasur.
9. Gulung perlak dan ratakan kembali
10.Bentangkan stik laken bersih di atas perlak, gulung setengah bagian, dan letakkan di bawah punggung klien, ratakan setengah bagian lagi di atas perlak, lalu masukkan di bawah kasur bersama dengan perlak.
11. Setelah selesai dan rapih pada satu bagian, miringkan klien ke arah berlawanan yang tadi telah dibersihkan (ganjal dengan bantal jika perlu agar klien tidak jatuh).
12. Lepaskan alat tenun yang kotor dari bawah kasur.
13. Angkat stik laken dan masukkan pada tempat kain kotor
14. Bersihkan perlk seperti tadi kemudian gulung ke tengah.
15. Lepaskan laken kotor dan masukkan ke tempat kain kotor.
16. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur seprti tadi.
17. Buka gulungan laken dari bawah punggung klien, tarik, dan ratakan setegang mungkin kemudian masukkan ke bawah kasur.
18. Pasang perlak dan sprei seperti tadi.
19. Lepaskan sarung bantal dan guling yang kotor ratakan isinya kemudian pasang sarung yang bersih.
20. Susun bantal, lalu baringkan kembali klien dalam sikap yang nyaman.
21. Ganti selimut kotor dengan yang bersih.
22. Bereskan alat dan kembalikan ke tempatnya.
23. Cuci tangan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menyiapkan tempat tidur dengan tepat dan sesuai dengan prosedur yang ada merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang perawat karena berhubungan dengan kebutuhan dasar pasien yaitu kebutuhan akan rasa aman dan nyaman.
Jenis-jenis tempat tidur antara lain: tempat tidur gatch, tempat tidur electric, tempat tidur circ o lectric dan tempat tidur stryker/tempat tidur spinal.
Jenis Persiapan Tempat Tidur diantaranya
a). Unoccupied Bed (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya):
Closed Bed (tempat tidur tertutup)
Open Bed (tempat tidur terbuka)
Aether Bed (tempat tidur pascaoperasi)
b). Occupied Bed (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya).
Prinsip Perawatan Tempat Tidur yakni :
a). Tempat tidur klien harus selalu bersih dan rapih.
b). linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu, jika kotor.
c). Pengguaan linan bersih harus sesuai kebutuhan dan tidak boros.
B. Saran
Dalam menyiapkan tempat tidur, seorang perawat selain melakukan tindakan tersebut sesuai prosedur yang ada, perawat juga harus teliti. Perawat tidak boleh mengesampingkan keselamatannya, meskipun tujuan tindakan ini yaitu untuk keselamatan pasien. Ada beberapa pencegahan yang sebaiknya di lakukan oleh perawat dalam ia menyiapkan tempat tidur, diantaranya :
Jangan mengibaskan laken
Hindarkan agar laken yang kotor dan seragam tidak bersentuhan
Lihat laken dari tepi luar sebelum melakukan tindakan.
Disarankan juga kepada mahasiswa keperawatan yang nantinya akan menjadi perawat untuk memperhatikan hal di atas agar setelah bergelut dalam bidang keperawatan tidak mengabaikan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan pasien tapi juga kepentingan dirinya sendiri.
Kamar pasien, tanpa melihat tempat tidurnya adalah rumah bagi pasien selama ia berada di rumah sakit. Tempat tidur yang rapi memberikan keamanan dan kenyamanan yang sangat berperan penting bagi kesejahteraan pasien. Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan klien.
Dikatakan tempat tidur terbuka apabila tempat tidurdalam keadaan terbuka atau tidak ditutup dengan seprai besar setelah dipasang seprai, perlak, selimut, dan sarung bantal yang tidak ditutup secara keseluruhan oleh seprai besar (dalam kondisi terbuka). Tempat tidur tertutup adalah tempat tidur yang setelah dipasang seperangkat alat, seperti seprai, perlak dan selimut kemudian ditutup secara keseluruhan dengan seprai besar sehingga semuanya dalam kondisi tertutup. Tempat tidur pasca operasi adalah tempat tidur yang dikhususkan bagi pasien pasca operasi.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari menyiapkan tempat tidur adalah agar pasien merasa aman dan nyaman selama ia menjalani proses penyembuhan di RS dan juga untuk mempermudah perawat dalam melakukan tindakan keperawatan karena sebagian kebutuhan pasien telah terpenuhi. Dan tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa keperawatan dapat mengetahui bagaimana cara memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien dengan cara menyiapkan tempat tidur sesuai prosedur.
BAB II
PEMBAHASAN
Tempat Tidur
Definisi Tempat Tidur
Jenis Tempat tidur dan metode yang digunakan untuk mengoperasikannya dapat berbeda diberbagai fasilitas kesehatan tetapi prinsip dasar merapikan tempat tidur adalah sama. Baik untuk yang tinggal ditempat tidur, maupun yang akan merawatnya, kwalitas tempat tidur menjadi sangat penting. Suatu tempat tidur secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Individu harus dengan mudah masuk dan keluar. Baik dengan bantuan maupun sendiri.
Keamanan harus terjamin, meskipun dengan beberapa alat bantu.
Pasien atau penghuni harus dengan mudah dapat dirawat (terutama tinggi tempat kerja penting disini).
Diatas tempat tidur harus dapat dietkkan beberapa alat bantu.
Tempat tidur, kasur dan bantal harus dapat dibersihkan dengan baik.
Sebuah tempat tidur disamping memenuhi syarat-syarat diatas sebaiknya juga harus dapat disetel dalam berbagai posisi dan berada diatas roda-roda. Kain yag dipakai untuk tempat tidur adalah kebanyakan katun atau kain imitasi katun.
Jenis- Jenis Tempat Tidur
Tempat tidur yang umum adalah sebagai berikut:
1). Tempat tidur gatch
Tempat tidur yang tidak bisa digerakkan dengan tinggi 26 inci. Fasilitas modern dilengkapi dengan tempat tidur yang bisa dinaikkan sampai tinggi yang sesuai untuk memberikan askep dan dapat diturunkan sampai 13 inci.
Untuk mengakomodasi Pasien yang bisa turun dari tempat tidur posisi daerah kepala dan lutut pada tempat tidur dapat diatur untuk kenyamanan. Hal ini dapat dilakukan dengan memutar engkol tempat tidur.
2). Tempat tidur elektrik
Hampir sama dengan tempat tidur gatah, dalam hal bisa dinaikkan dan diturunkan serta bagian kepala dan lutunya bisa disesuaikan. Tempat tidur ini dioperasikan secara elektrik, dan sering digunakan dari fasilitas-fasilitas yang besar.
3). Tempat tidur circ o lectric
Kerangka tempat tidur khusus yang diletakkan didalam kerangka sirkuler. Kerangka sirkuler ini dapat diputar. Pasien diletakkan dengan aman terlebih dahulu dikerangka dalam sebelum digerakkan. Keseluruha kerangka dalam berputar kedepan. Hal ini memberikan perubahan posisi tanpa menimbulkan tekanan pada pasien. Tempat tidur ini dioperasikan secara elektrik. Setelah diputar, Pasien bersandar diabdomennya.
Catatan: Dari sebagian besar fasilitas, perawat berlisensi harus hadir selama pemutaran.
4). Tempat Tidur Stryker/Tempat Tidur Spinal
Kerangka berputar yang bertujuan sama dengan tempat tidur circ o lectric tetapi di operasikan secara manual. Setelah pasien aman di kerangka atas, sebuah engkol di gunakan untuk memutar keseluruhan kerangka dan pasiennya. Pasien berbaring di atas kerangka tersebut sampai di putar sekali lagi.
Catatan: di sebagian besar fasilitas seorang perawat berlisensi harus hadir selama pemutaran.
Pasien dengan luka bakar yang parah/cedera spinalis adalah contoh pasien yang sering di temukan di tempat tidur circ o lectric atau tempat tidur stryker.
Prosedur ini menakutkan bagi pasien. Yakinkan pasien bahwa ia aman dan bahwa proses pemutaran akan dilKUKn tanpa terjadi kecelakaan.
Jenis lain dari tempat tidur tersedia untuk perawatan pasien dengan dekubitus lanjut atau dekubitus yang banyak, flap, graft, luka bakar atau nyerii habit. Tempat tidur clinitron, adalah unit khusus yang menopang rata tubuh pasien. Tempat tidur ini berisi bahan-bahan seperti pasir. sirkulasi udara hangat dan kering berada dalam bahan ini untuk mempertahankan suhu rata-rata dan menopang tubuh dengan rata.
Tempat tidur dari berbagai pabrik mempunyai perbedaan operasional yang sangat sedikit. Jangan pernah mencoba mengoperasikan tempat tidur dengan pasien di atasnya tanpa berlatih terlebih dahulu dan memperoleh keamanan dan keterempilan operasionalnya.
Mengoperasikan tempat tidur atau perlatan dengan benar merupakan hal yng penting untuk keselamatan pasien. Minta selalu bantuan dan instrukai dari perawat atau tenaga perawat professional lain pada saat menggunakan tempat tidur khusus tersebut.
Menyiapkan Tempat Tidur
Jenis Persiapan Tempat Tidur
a). Unoccupied Bed (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya):
Closed Bed (tempat tidur tertutup)
Open Bed (tempat tidur terbuka)
Aether Bed (tempat tidur pascaoperasi)
b). Occupied Bed (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya)
Prinsip Perawatan Tempat Tidur
a). Tempat tidur klien harus selalu bersih dan rapih.
b). linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu, jika kotor.
c). Pengguaan linan bersih harus sesuai kebutuhan dan tidak boros.
Hal-Hal Yang Harus diPerhatikan dalam Perwatan Tempat Tidur
a). Hindari kontaminasi pada linen bersih.
b). Ketika akan mengganti linen pada tmpat tidur klien, bawa linen sesuai kebutuhan.jangan membawa linen berlebihan untuk menghindari terjadinya kontaminasi kuman atau mikroorganisme dan infeksi nosokimial dari satu klien ke klien lain.
c). Pada saat memasang linen bersih, bentngkan linen di atas tempat tidur, jangan di kibaskan.
d). jangan menempatkan linen kotor pada tempat tidur klien, meja atau peralatan klien lainnya.
e). saat memasang linen atau alat tenun pada tempat tidur klien, gunakan cara yang efektif dan kerjakan pada satu sisi dulu setelah selesai baru pindah ke sisi lain.
f). Tempatkan linen atau alat tenun yang kotor pada tempat yang bertutup (ember yang ada tutupnya). Bawa dengan hati-hati jangan menyentuh pakaian perawat dan cuci tangan setelahnya.
g). Perawat harus tetap memperhatikan keadaan umum klien selama melaksanakan tindakan.
UNOCCUPIED BED
Ø Tempat Tidur Tertutup (Closed Bed)
Pengertian
Merupakan tempat tidur yang sudah disiapkan dan masih tertutup dengan sprei penutup (over laken) diatasnya.
Tujuan
F Agar siap pakai sewaktu-waktu
F Agar tampak selalu rapih.
F Memberikan perasaan senang dan nyaman pada klien.
Persiapan alat
F Tempat tidur, kasur dan bantal.
F Alat tenun disusun menurut pemakainnya.
F Alas kasur
F Laken/sprei besar
F Perlak
F Stik Laken/Sprei melintang
F Boven Laken
F Selimut dilipat terbalik(bagian dalam selimut dilipatan luar)
F Sarung bantal
F Over laken/sprei penutup
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Letakkan alat tenun yang telah disusun sesuai pemakaian didekat tempat tidur.
3. Pasang alas kasur dan kasur.
4. Pasang sprei besar/ laken dengan ketentuan berikut:
Garis tengah lipatan diletakkan tepat ditengah kasur.
Bentangkan sprei, masukkan sprei bagian kepala ke bawah kasur ±30cm; demikian juga pada bagian kaki, tarik setegang mungkin.
Pada ujung setiap sisi kasur bentuk sisi 90°, lalu masukkan seluruh tepi sprei kebawah kasur dengan rapi dan tegang.
5. Letakkan perlak melintang pada kasur ±50cm dari bagian kepala.
6. Letakkan stik laken diatas sprei melintang kemudian masukkan sisi-sisinya kebawah kasur bersama dengan perlak.
7. Pasang boven pada kasur daerah bagia kaki, pada bagian atas yang terbalik masukkan kebawah kasur ±10cm kemudian ujung sisi bagian bawah (kaki) dibentuk 90° dan masukkan kebawah kasur. Tarik sisi atas sampai terbentang.
8. Pasang selimut pada kasur bagian kaki, pada bagian atas yang terbalik dimasukkan kebawah kasur ±10cm kemudian ujung sisi-sisinya dibentuk 90° dan masukkan kebawah kasur. Tarik sisi atas sampai terbentang.
9. Lipat ujung atas boven sampai tampak garis atau pitanya.
10. Masukkan bantal kedalam sarungnya dan letakkan diatas tempat tidur dengan Bagian yang terbuka dibagian bawah.
11. Pasang sprei penutup (over laken).
12. Cuci tangan.
Perhatian: Jika tindakan dikerjakan oleh dua perawat, masing-masing perawat berdiri dikanan dan kiri tempat tidur dan tindakan dikerjakan bersamaan.
Ø Tempat Tidur Terbuka (Open Bed)
Pengertian
Merupakn tempat tidur yang sudah disiapkan tanpa sprei penutup(Over Laken).
Tujuan
Dapat segera digunakan.
Dilakukan
F Jika ada klien baru.
F Pada tempat tidur klien yang dapat/ boleh turun dari tempat tidur.
Persiapan Alat
F Tempat tidur, kasur, dan bantal
F Alat tenun disusun menurut pemakaiannya.
F Alas kasur
F Laken/ sprei besar
F Perlak
F Stik Laken/ sprei melntang
F Boven Laken
F Selimut dilipat terbalik (bagian dalam selimut dilipatan luar)
F Sarung bantal
Prosedur Pelaksanaan
Seperti menyiapkan tempat tidur tertutup, tetapi tidak dipasang over laken. Jika telah tersedia tempat tidur tertutup, angkat over laken kemudian lipat.
Perhatian:
-Alat tenun yang sobek tidak boleh dipakai.
-Memsang alat tenun harus tegang dan rata agar rapih dan nyaman dipakai.
Ø Tempat Tidur Klien Pascaoperasi (Aether Bed)
Pengertian
Merupakan tempat tidur yang disiapkan untuk klien pascaoperasi yang mendapat narkose (obat bius)
Tujuan
F Menghangatkan klien
F Mencegah penyulit/ komplikasi pascaoperasi.
Persiapan Alat
F Tambahkan satu selimut tebal pada alat tenun untuk tempat tidur terbuka.
Dua buah buli-buli panas/ WWZ (Warm Water Zack), dengan suhu air 40°C-43°C.
F Perlak dan handuk dalam satu gulungan dengan handuk dibagian dalam.
F Termometer air (jika ada).
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan
2. Pada tempat tidur terbuka, angkat bantal dan bentangkan gulungan perlak dan handuk pada bagian kepala.
3. Pasang selimut tambahan hingga menutup seluruh permukaan tempat tidur.
4. Letakkan buli-buli panas diantara sprei dan selimut pada bagian kaki, arahkan mulut buli-buli ke pinggir tempat tidur.
5. angkat buli-buli panas sebelum klien di baringkan, setelah kembali dari kamar bedah.
6. Lipat pinggir selimut tambahan bersama-sama selimut dari atas tempat tidur pada salah satu sisi tempat masuknya klien, sampai batas pinggir kasur, lalu lipat sampai sisi yang lain.
7. Cuci tangan.
Perhatian:
-alat tenun harus selalu bersih
-buli-buli panas jangan sampai bocor (periksa dulu sebelum dipakai)dan tutupnya jangan sampai lepas/kurang kencang
-bul-buli panas dapat dipakai kembali jika diperlukan, dang anti airnya jika sudah dingin.
OCCUPIED BED
Ø Mengganti Alat Tenun dengan Klien Diatasnya
Pengertian
Mengganti alat tenun kotor pada tempat tidur klien tanpa memindahkan klien.
Tujuan
F Memberikan perasaan senang pada klien
F Mencegah terjadinya dekubitus
F Memelihra kabersihan dan kerapian
Dilakukan Pada
Tempat tidur klien yang tirah baring total (sakit keras atau tidak sadar / koma ).
Prosedur
Sama dengan cara mengganti dan memasang alat tenun pada tempat tidur, tetapi dilakukan sebagian-sebagian dari tempat tidur tersebut.
Persiapan Alat
F Alat tenun bersih disusun menurut pemakaiannya
F Kursi atau bangku
F Tempat kain kotor yang bertutup
F Dua ember kecil berisi larutan desinfektan (lisol 1%) dan air bersih
Persiapan Klien
Klien diberitahu jika memungkinkan (klien sadar).
Prosedur Pelaksanaan
1. Cuci tangan.
2. Bawa alat yang telah disiapkan ke dekat klien.
3. Bersihkan rangka tempat tidur
4. Letakan bantal dan selimut klien yang tidak perlu dikursi (jika keadaan klien memungkinkan/tidak mengganggu klien
5. Miringkan klien ke satu sisi (jika perlu, ganjal dengan bantal/guling supaya tidak jatuh).
6. Lepaskan alat tenun pada bagian yang kosong, dari bawah kasur lalu gulung satu per satu sampai dengan di bawah punggung klien.
Gulung stik laken ke tengah tempat tidur sejauh mungkin
Bersihkan perlak dengan larutan desinfektan dan keringkan lalu gulung ke tempat tidur sejauh mungkin
Gulung laken/sprei besar ke tengah tempat tidur sejauh mungkin
7. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur dengan lap lembab larutan desinfektan, lalu lap dengan lap kering.
8. Bentangkan sprei besar bersih dan gulung setengah bagian, letakkan gulungannya di bawah punggung klien, ratakan setengah bagian lagi kemudian pasangkan di bawah kasur.
9. Gulung perlak dan ratakan kembali
10.Bentangkan stik laken bersih di atas perlak, gulung setengah bagian, dan letakkan di bawah punggung klien, ratakan setengah bagian lagi di atas perlak, lalu masukkan di bawah kasur bersama dengan perlak.
11. Setelah selesai dan rapih pada satu bagian, miringkan klien ke arah berlawanan yang tadi telah dibersihkan (ganjal dengan bantal jika perlu agar klien tidak jatuh).
12. Lepaskan alat tenun yang kotor dari bawah kasur.
13. Angkat stik laken dan masukkan pada tempat kain kotor
14. Bersihkan perlk seperti tadi kemudian gulung ke tengah.
15. Lepaskan laken kotor dan masukkan ke tempat kain kotor.
16. Bersihkan alas tempat tidur dan kasur seprti tadi.
17. Buka gulungan laken dari bawah punggung klien, tarik, dan ratakan setegang mungkin kemudian masukkan ke bawah kasur.
18. Pasang perlak dan sprei seperti tadi.
19. Lepaskan sarung bantal dan guling yang kotor ratakan isinya kemudian pasang sarung yang bersih.
20. Susun bantal, lalu baringkan kembali klien dalam sikap yang nyaman.
21. Ganti selimut kotor dengan yang bersih.
22. Bereskan alat dan kembalikan ke tempatnya.
23. Cuci tangan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Menyiapkan tempat tidur dengan tepat dan sesuai dengan prosedur yang ada merupakan bagian penting dari pekerjaan seorang perawat karena berhubungan dengan kebutuhan dasar pasien yaitu kebutuhan akan rasa aman dan nyaman.
Jenis-jenis tempat tidur antara lain: tempat tidur gatch, tempat tidur electric, tempat tidur circ o lectric dan tempat tidur stryker/tempat tidur spinal.
Jenis Persiapan Tempat Tidur diantaranya
a). Unoccupied Bed (tempat tidur yang belum ada klien diatasnya):
Closed Bed (tempat tidur tertutup)
Open Bed (tempat tidur terbuka)
Aether Bed (tempat tidur pascaoperasi)
b). Occupied Bed (mengganti tempat tidur dengan klien di atasnya).
Prinsip Perawatan Tempat Tidur yakni :
a). Tempat tidur klien harus selalu bersih dan rapih.
b). linen diganti sesuai kebutuhan dan sewaktu-waktu, jika kotor.
c). Pengguaan linan bersih harus sesuai kebutuhan dan tidak boros.
B. Saran
Dalam menyiapkan tempat tidur, seorang perawat selain melakukan tindakan tersebut sesuai prosedur yang ada, perawat juga harus teliti. Perawat tidak boleh mengesampingkan keselamatannya, meskipun tujuan tindakan ini yaitu untuk keselamatan pasien. Ada beberapa pencegahan yang sebaiknya di lakukan oleh perawat dalam ia menyiapkan tempat tidur, diantaranya :
Jangan mengibaskan laken
Hindarkan agar laken yang kotor dan seragam tidak bersentuhan
Lihat laken dari tepi luar sebelum melakukan tindakan.
Disarankan juga kepada mahasiswa keperawatan yang nantinya akan menjadi perawat untuk memperhatikan hal di atas agar setelah bergelut dalam bidang keperawatan tidak mengabaikan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan pasien tapi juga kepentingan dirinya sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)